Back in February I posted a list of Linux web browsers. I mentioned that a stable version of Chromium (the open-source basis for Google Chrome) would soon be available for Linux. I see that Chromium is now available in the Ubuntu repositories and a rpm package is also available for Fedora based distributions as far as I can tell.
Alternatively, you can now download installation packages for a stable version of Google Chrome for Linux. Packages are available in 32-bit and 64-bit versions of Debian, Ubuntu, Fedora and openSUSE. Chrome is also available in the Ubuntu canonical repository.
I installed the 64-bit version of Chrome on Xubuntu and it certainly appears to be very fast. I have yet to attempt all my usual web-based tasks on Chrome, but what I have tried has worked well. The growing collection of extensions for Chrome mean that I may be in a position to use it as my main browser rather than Firefox, although I may wait and see what the upcoming version 4 of Firefox has to offer.
Kata “Linux” untuk saat ini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna internet dan komunitas mahasiswa yang memiliki hobby untuk mencoba software-software baru. Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu system operasi yang bersifat multi user dan multi tasking, yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk prosesor Intel 386 maupun yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standar POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, Linus Torvalds, yang sebetulnya mengacu pada suatu kumpulan software lengkap yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap. Lingkungan sistem operasi ini mencakup ratusan program, termasuk kompiler, interpreter, editor dan utilitas. Perangkat Bantu yang mendukung konektifitas, ethernet, SLIP dan PPP dan interoperabilitas. Produk perangkat lunak yang handal (reliable), termasuk versi pengembangan terakhir. Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang memiliki beragam kebutuhan dan juga pengguna dapat turut serta bertindak sebagai tim pengembang sendiri.
1.1Perbedaan mendasar Linux
Satu hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah harga. Linux ini lebih murah dan dapat diperbanyak serta didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi ada hal lain yang lebih utama selain pertimbangan harga yaitu mengenai source code. Source code Linux tersedia bagi semua orang sehingga setiap orang dapat terlibat langsung dalam pengembangannya. Kebebasan ini telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat driver untuk device tertentu tanpa harus mendapatkan lisensi source code yang mahal atau menandatangani Non Disclosure Agreement (NDA). Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi setiap orang untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang nyata dan berkualitas komersial Karena Linux itu tersedia secara bebas di internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distrbusi yang dapat dianggap sebagai versi kemasan Linux. Paket ini termasuk lingkungan Linux lengkap, penagkat lunak untuk instalasi dan mungkin termasuk perangkat lunak khusus dan dukungan khusus.
1.2Perbandingan Linux terhadap sistem operasi lainnya
Linux disusun berdasarkan standar sistem operasi POSIX yang sebenarnya diturunkan berdasarkan fungsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan yang minimal. Secaraumum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding UNIX lain pada hardware yang sama. Dan lagi UNIX memiliki kelemahan yaitu tidak bersifat free. MS-DOS memiliki kemiripan dengan Linux yaitu file sistem yang bersifat hirarkis. Tetapi MS-DOS hanya dapat dijalankan pada prosesor x86 dan tidak mendukung multi user dan multi tasking, serta tidak bersifat free. Juga MSDOS tidak memiliki dukungan yang baik agar dapat berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya, termasuk tidak tersedianya perangkat lunak network, program pengembang dan program utilitas yang ada dalam Linux.
MSWindows menawarkan kemampuan grafis yang ada pada Linux termasuk kemampuan networking tetapi tetap memiliki kekurangan yang ada pada MS-DOS. Windows NT yang juga tersedia untuk Digital Alpha selain prosesor x86. Namun Windows NT ini masih juga memiliki beberapa kekurangan yang telah ada pada MSDOS. Waktu untuk menemukan suatu bug dalam suatu system operasi ini tak sebanding dengan harga yang harus dibayar. Sistem operasi Apple untuk Macintosh hanya dapat berjalan di sistem Mac. Juga memiliki kekurangan dari sisi ketersediaan perangkat bantu pengembang (development tool) dan juga kurang dapat secara mudah untuk berintoperasi dengan sistem operasi lainnya. Apple juga telah memungkinkan Linux dapat dijalankan pada PowerMac.
1.3Sejarah Linux
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat. Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang tersedia, sebagai contoh C Compiler menggunakan gcc dari Free Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett- Packard dan Sun.
Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, jugasudah tersedia versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal sebagai Scilab.
Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya :
·RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah.
·Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan deb dalam paket instalasi programnya.
·Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
·SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
·Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake.
·WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows Dan masih banyak distro-distro lainnya yang telah tersedia maupun yang akan muncul.
1.4Kelebihan Linux
Di sini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux/UNIX dibandingkandengan dengan sistem operasi yang lain. Dan berikut ini adalah beberapa fakta dari hal-hal yang menguntungkan dengan menggunakan program dan file-file Linux/UNIX :
·Pada dasarnya semua data tersimpan di dalam harddisk walau ada beberapa kondisi dimana data tersimpan di disket. Linux/UNIX memberikan beberapa proses special dimana terminal, printer dan device hardware lainnya dapat diakses seperti kita mengakses file yang tersimpan dalam harddisk atau disket.
·Ketika program dijalankan, program tersebut dijalankan dari harddisk ke dalam RAM dan setelah dijalankan akan dinamakan sebagai proses.
·Linux/UNIX menyediakan servis untuk membuat, memodifikasi program, proses dan file.
·Linux/UNIX mendukung struktur file yang bersifat hirarki.
·Linux/UNIX adalah salah satu sistem operasi yang termasuk ke dalam kelas system operasi yang dapat melakukan multitasking. Multitasking sendiri adalah keadaan dimana suatu sistem operasi dapat melakukan banyak kerjaan pada saat yang bersamaan. Selain multitasking, Linux/UNIX juga dapat mendukung multiuser. Yaitu sistem operasi yang pada saat bersamaan dapat digunakan oleh lebih dari satu user yang masuk ke dalam sistem. Bahkan untuk Linux juga mendukung untuk multiconsole dimana pada saat bersamaan di depan komputer langsung tanpa harus melalui jaringan dan memungkinkan lebih dari satu user masuk ke dakam sistem.
1.5Bagian sistem operasi
Sistem Operasi Linux/UNIX terdiri dari kernel, program sistem dan beberapa program aplikasi. Kernel merupakan inti dari sistem operasi yang mengatur penggunaan memori, piranti masukan keluaran, proses-proses, pemakaian file pada file system dan lain-lain. Kernel juga menyediakan sekumpulan layanan yang digunakan untuk mengakses kernel yang disebut system call. System call ini digunakan untuk mengimplementasikan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh sistem operasi. Program sistem dan semua program-program lainnya yang berjalan di atas kernel disebut user mode. Perbedaan mendasar antara program sistem dan program aplikasi adalah program sistem dibutuhkan agar suatu sistem operasi dapat berjalan sedangkan program aplikasi adalah program yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu aplikasi tertentu.
Contoh : daemon merupakan program sistem dan pengolah kata (word processor) merupakan program aplikasi.
1.6Bagian penting kernel Linux
Kernel Linux terdiri dari beberapa bagian penting, seperti : manajemen proses, manajemen memori, hardware device drivers, filesystem drivers, manajemen jaringan dan lain-lain. Namun bagian yang terpenting ialah manajemen proses dan manajemen memori. Manajemen memori menangani daerah pemakaian memori, daerah swap, bagian-bagian kernel dan untuk buffer cache. Manajemen proses menangani pembuatan proses-proses dan penjadwalan proses. Pada bagian dasar kernel berisi hardware device drivers untuk setiap jenis hardware yang didukung.
Setelah kemarin sukses melakukan instalasi Ubuntu pada komputer saya, sekarang saatnya melihat apa yang dapat dilakukan Ubuntu untuk membantu saya melakukan aktivitas yang bisa saya dulu lakukan dengan Jendela. Kali ini yang menjadi target operasi penjelajahan saya adalah perangkat untuk bekerja. Karena pada hakekatnya saya menggunakan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan dan sekaligus belajar tentang hal-hal yang baru.
Seperti kita ketahui kalau perangkat lunak Office sudah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam dunia komputer. Kalo dulu ada yang masih ingat, dengan hadirnya Lotus 1-2-3 telah merubah wajah komputer dari sekedar alat hobi para Geek menjadi alat untuk bekerja. Ketika program Wordstar dan teman-temannya hadir, fungsi komputer bertambah sebagai alat ketik menggantikan mesin ketik konvensional karena kemudahannya untuk menyimpan data dan menampilkannya kembali ketika kita minta.
Lalu Microsoft Office datang dan semua orang menggunakannya, tidak terkecuali saya :-P Microsoft Office menjadi perangkat baku dalam dunia kerja yang belum ada bandingannya sampai saat ini. Segala kelengkapan yang ditawarkan oleh Microsoft Office seakan memanjakan kita dalam segala kemudahan dan kenyamanan bekerja dengan tulisan, angka dan data. Tapi semua itu harus dibayar dengan nilai yang sepadan untuk mendapatkan lisensi aslinya :-P
Ketika kemudian Linux hadir dari hasil karya para sukarelawan dari seluruh dunia, maka dibuatlah perangkat kerja yang dapat membuat Linux tidak hanya digunakan oleh para Geek belaka, tapi juga oleh orang awam untuk bekerja. Dan kemudian lahirlah OpenOffice dari Sun Microsystem Inc. Jika Microsoft Office harus kita tebus dengan harga yang selangit *saya tidak tahu persisnya* untuk sebuah lisensi, maka OpenOffice hadir dengan kondisi yang gratis *setidaknya demikian saya mendapatkannya* karena Ubuntu yang saya dapat secara gratis secara default membawa perangkat OpenOffice yang terdiri dari :
1. OpenOffice Database (Base)
2. OpenOffice Presentation (Impress)
3. OpenOffice Spreadsheet (Calc)
4. OpenOffice Word Processor (Writer)
Cukup introduksi di atas, selanjutnya mari kita awali penjelajahan kita… :-)
Perangkat-perangkat OpenOffice tersebut di atas akan terinstall secara otomatis apabila kita menginstall Ubuntu. Untuk membukanya dapat dilakukan dengan melakukan klik pada
Application > Office
Mari kita belajar bersama perangkat OpenOffice di atas.
Saya memulai dari OpenOffice Word Processor atau Writer terlebih dahulu karena ini merupakan salah satu perangkat office yang paling banyak penggunanya. Untuk kalangan pekerja, Writer berfungsi sebagai alat melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan surat-menyurat dan pembuatan laporan, untuk pelajar dapat berfungsi sebagai alat mengerjakan tugas dan skripsi dan untuk orang awam dapat berfungsi untuk membuat undangan rapat RT :-P
OpenOffice Writer ini merupakan padanan dari Microsoft Word. Graphical User Interface atau tampilan antarmuka serta tombol dan fungsi dari Writer juga hampir sama dengan Word.
Gambar di atas merupakan gambar OpenOffice yang saya gunakan untuk menuliskan draft postingan ini. Jika kita sudah terbiasa dengan Word maka kita akan dengan mudah memahami tombol-tombol dan menu-menu yang tersedia di Writer. Memang ada beberapa keterbatasan seperti font yang kurang familiar, tampilan yang masih lebih kaku daripada Word dan beberapa keterbatasan yang lain. Tapi semuanya itu juga terbayar dengan beberapa kelebihan yang antara lain dapat melakukan export data yang kita buat ke format PDF secara langsung tanpa perangkat tambahan.
Format default dari Writer adalah .ODT yang kalau menurut saya, saya artikan sebagai Open Document Text, tapi entah benar atau tidak saya tidak tahu :-D
Salah satu kelebihan lain dari Writer adalah kemampuannya untuk membaca dan menyimpan format .DOC milik Word. Hal ini sangat membantu sekali bagi saya mengingat semua file dokumen saya ada dalam format .DOC sebagai imbas dari aktivitas penggunaan komputer saya di masa lalu :-P
Semua file .DOC milik saya dapat dibuka dengan Writer, hanya saja formatnya kemudian agak kacau dan perlu dilakukan editing dan setting untuk dapat tampil dengan lebih baik.
Selanjutnya kita coba OpenOffice Spreadsheet atau Calc. Calc adalah padanan dari Microsoft Excel dengan tampilan yang hampir serupa. Berikut adalah contoh screenshot dari Calc dengan grafik.
Untuk fungsi dan menu di Calc umumnya sama dengan Excel, hanya saja saya sempat kebingungan menemukan menu print area yang biasa saya gunakan di Excel. Selidik punya selidik, ternyata di Calc menu itu berada di Format > Print Range > Define
Untuk format penyimpanan, Calc menggunakan format .ODS yang saya artikan bebas sebagai Open Document Spreadsheet.
Namun seperti halnya Writer, Calc juga mempunyai kemampuan unruk membuka dan menyimpan dalam format .XLS milik Excel.
Selain itu, Calc juga menyertakan menu export ke format .PDF seperti Writer tanpa harus menggunakan perangkat tambahan. PDF untuk saya berguna sekali dalam berkirim dokumen via internet dimana dokumen yang dikirim sulit untuk diubah dan mempunyai kualitas yang bagus untuk dicetak namun dengan file yang relatif kecil.
Untuk perangkat OpenOffice yang lain yaitu Database (Base) dan Presentation (Impress) tidak akan saya coba sekarang karena saya tidak begitu memerlukannya. Mungkin pada waktu yang lain ketika sudah butuh akan coba saya pelajari kemudian saya tulis di sini :-D
Cukup sekian dulu untuk office, lain waktu saya akan mencoba menginstall printer dan mencoba untuk mencetak tulisan saya ini melalui printer.
Secara garis besar, saat menginstall ubuntu anda akan melewati beberapa tahapan pra-instalasi:
1.Memilih Bahasa Instalasi 2.Memilih Lokasi dan Zona Waktu 3.Memilih Keyboard 4.Melakukan Pemartisian Hardisk 5.Membuat User/Pengguna 6.Migrasi Dokumen dan Setting 7.Summary, Instalasi Grub
Saya mengatakan Pra-Instalasi, karena belum terjadi apapun sebelum anda menekan tombol terakhir, install (bisa disebut langkah ke-8). Proses instalasi sebenarnya akan berlangsung setelah anda menekan tombol install. Setelah itu, anda tidak bisa menghentikan Ubuntu, hidup anda akan berubah :-) !
Setelah dibakar ke cdrom, anda harus booting menggunakan cdrom itu. Jika PC anda sudah diset untuk boot ke cdrom, anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot ubuntu menyapa anda.
Jika tidak, anda bisa menekan tombol F12 (atau sejenisnya, sesuai pesan bios) untuk mengganti pilihan booting.
Pada layar menu booting ubuntu, anda akan diberi beberapa pilihan:
1.Try Ubuntu….. untuk mencoba system live 2.Install Ubuntu ….. untuk menginstall ubuntu 3.Check disk….. untuk mengecek cd 4.Test memory….. untuk mengetest RAM 5.Boot from …… untuk mem-boot OS di hardisk
Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke layar pesan booting
Langkah 1. Memilih Bahasa
Di halaman welcome anda bisa memilih bahasa selama proses instalasi. Bahasa ini juga akan menjadi bahasa default sistem anda (jangan khawatir, anda bisa memilih bahasa baru nanti melalui menu System >> Administration >> Language Support). Di sini, karena lebih familiar dan nyaman menggunakan bahasa Inggris, saya memilih bahasa Inggris.
Untuk memilih bahasa selain bahasa Inggris, anda bisa melakukan klik scroll di tab daftar bahasa di sebelah kiri.
Jika ingin membatalkan proses instalasi, tekan tombol Quit. Untuk melanjutkan tekan tombol Forward.
Langkah 2. Memilih Lokasi dan Time Zone
Anda harus memilih lokasi dan zona waktu sesuai lokasi dan zona waktu anda saat ini. Hal ini penting karena beberapa setting akan otomatis mengikuti lokasi anda.
Seperti lokasi server repository terdekat dengan lokasi anda saat ini. Menggunakan server yang lebih dekat tentu akan menghemat bandwith dan mempercepat waktu downloadnya.
Karena saya tinggal di Mataram, termasuk zona waktu Indonesia bagian tengah. Saya memilih Makssar di field City/Kota.
Atau anda bisa mengklik pada peta.
Selanjutnya, klik Forward untuk melanjutkan.
Langkah 3. Memilih LayOut Keyboard
Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keybiard jenis lain, anda bisa memilih dari daftar yang tersedia.
Jika anda tidak tahu, anda bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah.
Langkah 4. Mempartisi Hardisk
Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu, anda tidak perlu khawatir, anda akan melakukannya dengan interface GUI.
Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, anda sebaiknya melakukan backup terlebih dahulu.
Agar mudah memahami pemartisian, anda harus mengetahui untuk apa anda menginstall ubuntu.
Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini.
Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify Partitions Manual (Advanced).
Klik forward, setelah memilih opsi ini.
Saya menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah terinstall WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong.
Idealnya, Ubuntu diinstall dengan skema partisi:
1.Partisi root (/) – disarankan 5 Gb 2.Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM anda.
Jika RAM anda 1Gb. Partisi swap sebaiknya 2Gb. 3.Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar hardisk
Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru.
Pilih partisi jenis Primary.
Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi primary (biasanya partisi ke-4/sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 – dst) dalam jumlah tak terbatas).
Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 Gb untuk root.
Pada gambar saya membuat kira-kira 4.5Gb. Ini tidak apa-apa, karena saya tidak banyak menginstall aplikasi-aplikasi yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, printer (karena saya tidak punya printer), dan lain-lain.
Jika ingin melakukan perhitungan, anda bisa menggunakan ukuran 1024 Mb = 1Gb sebagai patokan perhitungan. Jadi, jika anda ingin membuat partisi 5 Gb, anda harus memasukkan nilai 1024 x 5 = 5120.
Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur.
Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki performance lebih baik dari Ext3.
Untuk mount point, pilih root (/).
Klik OK, untuk membuat partisi.
Selanjutnya, ulangi langkah tadi untuk membuat partisi /home. Bedanya, pada mount point, pilih /home.
Dan ingat untuk menyisakan space kosong sebesar 2x RAM anda.
Pada sisa hardisk yang masih kosong, buat partisi baru dengan tipe filesystem swap area.
Untuk menginstall sistem dual boot/multi system, partisi harus dipersiapkan matang, sebelum melakukan proses instalasi sistem operasi.
Prinsipnya adalah mengalokasikan hardisk sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing OS.
Langkah 5. Membuat User
User di ubuntu ada tiga jenis.
1.Root, super user, yang defaultnya tidak memiliki password dan tidak diaktifkan.
2.Administrator, user biasa yang memiliki hak administrasi. User ini memiliki tanda kekuasaan, menggunakan sudo.
3.User Biasa, user yang tidak memiliki hak administrasi system.
Penting untuk diperhatikan, pada bagian nama komputer (host), nama ini akan muncul di prompt terminal seperti contoh:
amrinz@ubuntu:~$
Sedangkan pada opsi login automatically, cocok untuk komputer pribadi. Untuk komputer publik, dan memperhatikan keamanan, sebaiknya memilih opsi Require password…..
Jika setelah meng-klik tombol next, muncul pesan seperti ini, anda bisa meng-klik continue untuk mengabaikan dan tetap menggunakan password tadi. Jika anda menginginkan keamanan yang lebih baik, sebaiknya anda mengganti password anda.
Kombinasi huruf, angka dan karakter atau menggunakan password yang lebih panjang.
Langkah 6. Migrasi Dokumen dan Setting
Ubuntu memiliki fitur yang tidak dimiliki distro atau OS lain, migrasi dokumen dan setting lintas OS. Pada gambar, saya mengimpor dokumen dan setting (termasuk wallpaper) dari windows.
Hebatkan?
Tentu saja anda bisa memilih untuk tidak melakukan impor sama sekali, atau mengimpor setting dan file tertentu saja.
Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.
Langkah 7. Summary
Sebelum melakukan tahap instalasi yang sesungguhnya (langkah ke-8), anda akan diminta melihat summary, ikhtisar keseluruhan setting sebelum menginstall.
Pada saat ini, anda juga bisa memilih untuk membatalkan instalasi, dengan menekan tombol Quit.
Saat ini juga, anda bisa memilih dimanakah anda akan menginstall Grub (Boot Manager) atau malah tidak menginstall grub sama sekali, yang mana tidak saya sarankan.
Langkah 8. Instalasi
Pada tahap ini, anda tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install.
Yang anda lakukan hanyalah, menyesap kopi anda, menonton proses instalasi berjalan kira-kira 20-30 menit, tergantung kekuatan PC anda.